Home » Nasional » Gestur Menjulur Lidah Bupati Erlina Viral: Publik Menilai Pejabat Merendahkan Rakyatnya Sendiri

Gestur Menjulur Lidah Bupati Erlina Viral: Publik Menilai Pejabat Merendahkan Rakyatnya Sendiri

admin 11 Des 2025 301

Gestur Menjulur Lidah Bupati Erlina Viral: Publik Menilai Pejabat Merendahkan Rakyatnya Sendiri

DETAKKALBAR.COM — Mempawah 11 Desember 2025 Kalimantan Barat  Polemik sikap Bupati Mempawah Hj. Erlina memasuki babak baru. Bukan hanya soal ucapan “masyarakat Mempawah demo terus”, kini sebuah gestur menjulurkan lidah yang dilakukan Erlina ke arah massa aksi saat 9 Desember 2025, menyebar luas di media sosial dan memantik gelombang kritik yang jauh lebih keras.

Video berdurasi beberapa detik itu menunjukkan Erlina—yang juga istri Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan—melakukan ekspresi yang oleh publik dianggap mengolok dan mengejek para pendemo. Gestur itu menjadi viral, memunculkan narasi bahwa seorang pejabat publik tidak selayaknya memperlakukan masyarakat dengan cara demikian.

“Simbol Merendahkan Rakyat”

Tokoh seni-budaya pencak silat Mempawah, H. Badrut Tamam Aq, menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelecehan moral terhadap rakyat yang sedang memperjuangkan haknya.

> “Gesturnya viral. Orang bisa menilai sendiri apakah itu sikap seorang pemimpin. Masyarakat datang menyampaikan aspirasi, justru dibalas dengan ekspresi yang merendahkan. Kalau tak mau didemo, jangan jadi Bupati,” ujarnya tegas.

Menurut H. Badrun, menjulurkan lidah saat menghadapi massa aksi adalah simbol yang mencederai etika kepemimpinan dan memperlihatkan bagaimana seorang pejabat memandang kritik dari rakyatnya.

Aksi Kritik Berulang Karena Pemimpin Tak Mau Menemui

Aksi mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Mempawah berlangsung berkali-kali karena Bupati tak kunjung mau menemui mereka. Publik menilai, bila respons yang diberikan justru berupa kekesalan dan gestur mengejek, itu hanya mempertebal jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Belum lagi pernyataan Erlina yang viral, bahwa masyarakat “demo terus” setiap ada pembangunan, dari rumah sakit hingga PDAM. Sikap tersebut dianggap menegasikan fakta bahwa rakyat berhak mempertanyakan kebijakan yang menyangkut kepentingan umum.

Pendopo Rp 15–22 Miliar dan Krisis Kepercayaan

Sumber keresahan utama adalah rencana renovasi pendopo senilai Rp 15–22 miliar. Padahal sebelumnya Erlina secara terbuka menyatakan tidak akan ada renovasi pendopo. Namun pada akhir November, rencana itu justru muncul dan memicu gelombang aksi.

Dengan kondisi anggaran daerah yang menurut Bupati sendiri turun Rp 137 miliar di 2026, masyarakat pun bertanya: mengapa prioritas justru pendopo?

Bagi publik, jawaban itu tidak pernah benar-benar diberikan—dan kini malah dibalas dengan gesture yang dianggap menghina.

“Pemimpin Harus Menenangkan, Bukan Mengejek”

H. Badrun menilai, tindakan itu mencerminkan pemimpin yang gagal mengontrol emosi, padahal pejabat publik semestinya menjadi figur penenang dalam ketegangan sosial.

> “Masyarakat datang dengan aspirasi, bukan untuk dipermalukan. Sikap seperti itu hanya memperdalam kekecewaan,” tegasnya.

Harapan: Pemerintah Lebih Terbuka, Lebih Rendah Hati

H. Badrun berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog yang sehat, bukan merespons kritik dengan sikap yang mempermalukan rakyat sendiri.

Terlebih dengan rencana mega proyek Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat senilai Rp 700 miliar dari APBN, transparansi dan sikap rendah hati sangat dibutuhkan agar manfaat proyek benar-benar kembali kepada masyarakat.

 

Tim : Redaksi

Nara sumber : Hoes

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
HIBAH MUJAHIDIN: PUBLIK MINTA HAKIM DAN JAKSA BEDAH SIAPA YANG BERWENANG, BUKAN HANYA SIAPA YANG MENGERJAKAN

admin

16 Sep 2026

PONTIANAK — 16 September 2026 Kehadiran H. Sutarmidji, mantan Gubernur Kalimantan Barat periode 2018–2023, sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi dana hibah pembangunan SMA Mujahidin Pontianak pada 16 September 2026 harus menjadi momentum untuk membuka seluruh rantai pertanggungjawaban dana APBD.   Dalam pemberitaan, Sutarmidji mempertanyakan dasar dugaan kerugian negara sekitar Rp9,7 miliar, menyebut adanya SPJ, …

DPP LPM Kalimantan Barat: Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kubu Raya Momentum Memperkuat Persatuan dan Pemerataan Pembanguna

admin

17 Jul 2026

DPP LPM Kalimantan Barat: Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kubu Raya Momentum Memperkuat Persatuan dan Pemerataan Pembanguna DETAKKALBAR.Com — Pontianak, 17 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat beserta seluruh jajaran menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kubu Raya, yang diperingati pada 17 Juli 2026. Peringatan ini bukan sekadar …

Kepala Desa Permata Tegaskan Keberadaan Usaha Ramsah alias Putuk dan Dukung Kepastian Hukum yang Berkeadilan

admin

15 Jul 2026

Kepala Desa Permata Tegaskan Keberadaan Usaha Ramsah alias Putuk dan Dukung Kepastian Hukum yang Berkeadilan DETAKKAlBAR.Com —Permata, Kubu Raya – 15 Juni 2024 Kepala Desa Permata, Edy Fahrizal, S.Pd., M.M., menerbitkan Surat Keterangan Nomor 400.10.2/27/PEM yang menerangkan bahwa Ramsah alias Putuk merupakan warga Dusun Harapan Baru yang memiliki usaha penggergajian kayu (somel mini) di wilayah …

HAK SANGGAH BUKAN GANGGUAN, AKADEMISI DUKUNG LANGKAH PT KEMBAR JAYA ABADI KAWAL TENDER IAIN PONTIANAK

admin

08 Jun 2026

Pengawasan Publik Dinilai Penting untuk Menjaga Integritas Proyek APBN Rp37,35 Miliar dan Memastikan Proses Tender Berjalan Transparan, Akuntabel, serta Kompetitif DETAKKALBAR.Com —PONTIANAK 8 Juni 2026 Kalimantan Barat ,  Langkah PT Kembar Jaya Abadi (KJA) mengawal proses Tender Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design & Build) Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Layanan Akademik IAIN Pontianak …

Kasus Kades Merabu Jaya Jadi Bola Panas, Camat Sebut Semua Keputusan Ada di Tangan Bupati Ketapang!

admin

15 Mei 2026

Detakalbar.com | Ketapang, 14 Mei 2026 – Polemik dugaan perselingkuhan yang menyeret Kepala Desa Merabu Jaya, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, kembali menjadi sorotan publik. Istri sah kepala desa tersebut dikabarkan mendesak agar oknum kades segera dicopot dari jabatannya karena dinilai telah mencoreng marwah pemerintahan desa dan norma sosial di tengah masyarakat. Desakan itu muncul …

Polemik Fotokopi e-KTP, Pengamat Nilai Pemerintah Belum Serius Terapkan Verifikasi Digital!

admin

13 Mei 2026

Detakkalbar.com | PONTIANAK — Pernyataan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) yang kembali memperbolehkan penggunaan fotokopi e-KTP dalam berbagai pelayanan publik menuai kritik tajam dari Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman HOFI Munawar. Herman menilai kebijakan tersebut justru mencerminkan langkah mundur dalam agenda transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Menurutnya, pemerintah selama …

PAGE TOP