Home » Hukum & Kriminal » Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi

Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi

admin 15 Des 2025 45

Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi

DETAKKALBAR.COM —Ketapang, 15 Desember 2025 Kalimantan Barat — Aksi penyerangan dan perusakan yang diduga dilakukan oleh belasan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, memicu kemarahan luas. Insiden yang menyasar aset dan karyawan PT Sultan Raffi Mandiri (SRM) itu dinilai bukan sekadar kriminal biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan daerah dan kedaulatan negara.

Reaksi keras datang dari Panglima Besar Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah (Adhy Black). Ia mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi warga negara asing yang berbuat onar, bersenjata, dan melanggar hukum di tanah Indonesia.

“Kami mengutuk keras dan tanpa syarat aksi biadab ini. WNA datang ke Indonesia wajib tunduk pada hukum negara. Kalau sudah membawa senjata, menyerang aparat, merusak aset perusahaan, itu bukan tamu—itu ancaman. Harus ditindak tegas dan dideportasi,” tegas Adhie Black.

Serangan Bersenjata, Drone, dan Arogansi Asing

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (14/12/2025) sore, diawali dengan terpantauannya aktivitas penerbangan drone di sekitar kawasan perusahaan. Saat aparat pengamanan berusaha melakukan klarifikasi, situasi justru berubah menjadi mencekam.

Sekitar 15 orang WNA diduga mendatangi lokasi secara berkelompok, sebagian membawa senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum, lalu melakukan penyerangan terhadap petugas pengamanan. Karena kalah jumlah, aparat terpaksa menghindar demi keselamatan jiwa.

Tak berhenti di situ, amukan pelaku berlanjut dengan perusakan berat terhadap satu unit mobil perusahaan dan satu unit sepeda motor milik karyawan PT SRM. Satu bilah senjata tajam berhasil diamankan sebagai barang bukti, sementara publik dikejutkan oleh fakta bahwa aksi kekerasan ini diduga bukan yang pertama.

Bukan Insiden Tunggal, Ada Pola Ancaman

Menurut LPM Kalbar, kelompok WNA yang sama sebelumnya juga diduga terlibat dalam perusakan fasilitas perusahaan, menguatkan dugaan adanya pola intimidasi, tekanan, dan aksi terorganisir.

> “Kalau ini dibiarkan, besok bisa lebih parah. Hari ini perusahaan, besok masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh arogansi orang asing,” ujar Adhy Black dengan nada keras.

Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap aktivitas dan keberadaan WNA berpotensi membuka ruang konflik horizontal, keresahan masyarakat, serta merusak iklim investasi yang sehat.

Desakan Deportasi dan Audit Visa Menyeluruh

LPM Kalbar secara tegas mendesak aparat penegak hukum, TNI, Polri, dan Imigrasi untuk tidak ragu mengambil langkah ekstrem namun sah secara hukum, termasuk:

1. Mengusut tuntas motif penyerangan dan penggunaan drone di area perusahaan.

2. Memeriksa dan mengaudit status visa, izin kerja, dan izin tinggal seluruh WNA yang terlibat.

3. Menindak pidana para pelaku, serta

4. Melakukan deportasi tanpa kompromi terhadap WNA yang terbukti melanggar hukum.

“Deportasi adalah harga mati. Indonesia bukan wilayah bebas kekerasan bagi WNA. Siapa pun yang melanggar hukum harus angkat kaki dari negeri ini,” tegas Adhie Black.

Negara Diuji, Publik Menunggu Ketegasan

Pihak PT SRM telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tumbang Titi, dan aparat kepolisian telah melakukan olah TKP serta pendalaman kasus. Namun bagi LPM Kalbar, penegakan hukum tidak boleh berhenti di level laporan.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi kehadiran dan ketegasan negara dalam menjaga keamanan wilayah, wibawa hukum, serta perlindungan terhadap masyarakat dan dunia usaha lokal.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika negara diam, kami tidak akan diam,” pungkas Adhy Black.

 

Tim : Investigasi LPM

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sekitar 1.000 Anggota LPM Kalbar Akan Gelar Aksi Damai di Polda Kalbar, Desak Penegakan Hukum dan Tegaskan Marwah Melayu Tidak Boleh Dihinakan

admin

27 Jul 2026

DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM) KALIMANTAN BARAT Sekitar 1.000 Anggota LPM Kalbar Akan Gelar Aksi Damai di Polda Kalbar, Desak Penegakan Hukum dan Tegaskan Marwah Melayu Tidak Boleh Dihinakan DETAKKALBAR.Com — Pontianak, 27 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat bersama elemen masyarakat akan menggelar aksi …

PERNYATAAN SIKAP : Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Adhi Black: Jaga Marwah Bangsa, Junjung Tinggi Etika dan Adab

admin

17 Jul 2026

PERNYATAAN SIKAP : Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Adhi Black: Jaga Marwah Bangsa, Junjung Tinggi Etika dan Ada DETAKKALBAR.Com —Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Adhy Black beserta seluruh jajaran menyampaikan kecaman keras atas pernyataan Saudara Syamsul Jahidin yang diunggah melalui Instagram pada akun Instagram miliknya tertanggal 9 Juli 2026, …

Lagi! Ditresnarkoba Polda Kalbar Gagalkan Peredaran Narkoba Miliaran Rupiah, 32 Tersangka Diamankan

admin

05 Jun 2026

Detakkalbar.com | PONTIANAK, Polda Kalbar – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar kembali menggelar konferensi pers pengungkapan kasus sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Sudjarwo, Pontianak, pada Kamis (4/6).   Keberhasilan ini merupakan akumulasi pengungkapan tindak pidana narkotika yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalbar selama periode bulan Maret hingga April 2026. …

Diduga Peredaran Narkotika dan Prostitusi di Jalan Medan Pertanian Ketapang Kian Meresahkan, Warga Desak Razia Gabungan!

admin

28 Mei 2026

Detakkalbar.com | KETAPANG, 28 Mei 2026 – Dugaan maraknya peredaran narkotika di kawasan Jalan Medan Pertanian, Desa Sukabangun Luar, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba dan praktik prostitusi di wilayah tersebut sudah berlangsung lama dan terkesan sulit disentuh penegakan hukum.   Berdasarkan informasi …

“Kesultanan Bukan Alat Kepentingan: Sultan Pontianak IX Tegas Hadapi Penyalahgunaan Identitas”

admin

16 Feb 2026

“Kesultanan Bukan Alat Kepentingan: Sultan Pontianak IX Tegas Hadapi Penyalahgunaan Identitas” DETAKKALBAR.COM —Pontianak 16 Februari 2026 Kalimantan Barat ,  Polemik pencatutan nama dan atribut Kesultanan Pontianak memasuki babak serius. Sultan Syarif Melvin Alkadrie, Sultan Pontianak IX, secara tegas menyatakan bahwa penggunaan nama, gelar, simbol, maupun atribut Kesultanan tanpa persetujuan resmi merupakan perbuatan melawan hukum dan …

Diduga Jaringan Judi Liong Fu, Tembak Ikan dan Slot Ilegal Beroperasi Terbuka di Singkawang, Aparat Dinilai Tutup Mata?!

admin

10 Jan 2026

Detakkalbar.com | Singkawang, Kalimantan Barat — Aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik perjudian ilegal jenis Liong Fu, Tembak Ikan, dan mesin slot dilaporkan masih beroperasi di sejumlah titik di wilayah Kota Singkawang.(10/1)   Praktik ini dinilai bukan hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial serta ekonomi masyarakat. Berdasarkan penelusuran awak media, beberapa …

PAGE TOP