Home » Daerah » Alpian (Beot), Pangeran Anom: Tokoh Pendidikan dan Budaya yang Konsisten Menjaga Warisan Robo-Robo Mempawah

Alpian (Beot), Pangeran Anom: Tokoh Pendidikan dan Budaya yang Konsisten Menjaga Warisan Robo-Robo Mempawah

admin 13 Agu 2026 17

Alpian (Beot), Pangeran Anom: Tokoh Pendidikan dan Budaya yang Konsisten Menjaga Warisan Robo-Robo Mempawah

DETAKKALBAR.Com — MEMPAWAH,12 Agustus 2026 ,  KALIMANTAN BARAT — Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, keberadaan tokoh yang konsisten menjaga pendidikan, adat, dan kebudayaan menjadi bagian penting dalam mempertahankan jati diri masyarakat. Salah satu sosok yang mendapat perhatian di Kabupaten Mempawah adalah Alpian, yang akrab disapa Beot, anggota DPRD Kabupaten Mempawah sekaligus tokoh pendidikan dan budaya yang menyandang gelar Pangeran Anom.

Alpian tidak hanya menjalankan perannya sebagai legislator. Di tengah masyarakat, ia dikenal memiliki perhatian terhadap perkembangan generasi muda, khususnya dalam mendorong anak-anak muda Dayak agar terus berkembang melalui pendidikan, memiliki prestasi, serta tetap memahami dan menghormati akar adat dan budayanya.

Kepedulian tersebut antara lain tercermin dari dukungannya terhadap berbagai kegiatan kebudayaan dan tradisi masyarakat. Salah satunya adalah Robo-Robo di lingkungan Kerajaan Amantubillah Mempawah, sebuah tradisi tahunan yang memiliki nilai sejarah, adat, budaya, dan kearifan lokal bagi masyarakat Mempawah.

Pendidikan dan Budaya Harus Berjalan Bersama

Bagi Alpian, adat dan budaya bukan sekadar seremoni tahunan. Tradisi merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus dirawat, diwariskan, dan dikenalkan kepada generasi muda.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan dan modernisasi tidak harus membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan akar budayanya. Justru pendidikan dapat menjadi sarana untuk memperkuat karakter sekaligus menjaga nilai-nilai budaya.

Alpian melihat pendidikan dan kebudayaan sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi. Pendidikan membangun kualitas sumber daya manusia, sementara budaya memberikan karakter, identitas, dan nilai kehidupan.

Kepeduliannya terhadap generasi muda Dayak menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pentingnya menciptakan generasi yang berani maju, berpendidikan, berprestasi, sekaligus tetap menghormati adat dan budaya leluhur.

Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda membutuhkan figur yang tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga hadir memberikan dukungan moral serta membuka ruang bagi mereka untuk berkembang.

Robo-Robo dan Tanggung Jawab Menjaga Identitas

Robo-Robo di Kerajaan Amantubillah Mempawah bukan sekadar agenda budaya tahunan. Tradisi tersebut menjadi ruang pertemuan antara sejarah, adat, masyarakat, dan generasi penerus.

Karena itu, menjaga Robo-Robo bukan hanya tanggung jawab pemangku adat atau pelaku seni. Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sosok Alpian (Beot) menjadi relevan sebagai figur yang berada di antara ruang pemerintahan, pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan.

Sebagai anggota DPRD sekaligus tokoh yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan budaya, kepeduliannya terhadap kegiatan adat menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak semestinya hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan juga harus berbicara tentang manusia, karakter, sejarah, dan keberlanjutan identitas budaya.

Sosok yang Dekat dengan Generasi Muda

Di mata masyarakat dan generasi muda yang memperoleh dukungannya, Alpian tidak hanya dipandang sebagai seorang pejabat atau tokoh politik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memberikan perhatian dan ruang kepada anak-anak muda untuk berkembang.

Sikap tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan generasi muda terhadap figur yang dapat menjadi teladan, memberikan motivasi, sekaligus mendukung mereka dalam mengejar pendidikan dan prestasi.

Pesan yang dibawa sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat:

“Generasi muda harus maju. Pendidikan harus diperjuangkan. Tetapi adat dan budaya jangan pernah ditinggalkan.”»

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa kemajuan tidak harus berlawanan dengan tradisi. Sebaliknya, pendidikan dan kebudayaan dapat menjadi dua fondasi penting dalam membentuk generasi yang kuat dan berkarakter.

Sebuah daerah yang besar bukan hanya daerah yang memiliki pembangunan yang maju, tetapi juga daerah yang mampu menjaga sejarah, menghormati leluhur, merawat budaya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Alpian (Beot), Pangeran Anom, menjadi salah satu figur yang menunjukkan bahwa menjadi modern tidak berarti melupakan akar budaya. Justru dari akar sejarah dan budaya itulah generasi muda dapat tumbuh kuat, berkarakter, dan memiliki jati diri.

Robo-Robo tetap hidup. Budaya tetap dijaga. Generasi muda terus berkembang.

Itulah warisan yang harus diperjuangkan bersama.

 

Tim : liputan khusus

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tiga SHM Ko Erwin Jadi Sengketa, PT SUM Diminta Tunjukkan Dasar Penguasaan

admin

22 Okt 2026

Detkkalbar.com | KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT — Dugaan penguasaan tiga bidang tanah bersertifikat hak milik (SHM) di Desa Pematang Tujuh, Kabupaten Kubu Raya, menjadi persoalan yang membutuhkan kejelasan status hukum. Kuasa hukum Ko Erwin, Marrio Ginarto, S.H., M.H., CIM, bersama Yandi Lesmana, S.H., mendesak PT Sumatra Unggul Makmur (PT SUM) memberikan klarifikasi dan menunjukkan itikad …

Dugaan Larangan Hijab Karyawati di Aston Pontianak, LPM Kalbar Desak Klarifikasi dan Pemeriksaan

admin

06 Okt 2026

Detekkalbar.com | PONTIANAK — Dugaan adanya larangan penggunaan hijab bagi karyawati Muslim di Hotel Aston Pontianak menjadi sorotan DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat.   Bagi organisasi tersebut, persoalan ini perlu ditempatkan secara hati-hati. Jika benar terdapat kebijakan yang melarang pekerja mengenakan hijab karena alasan agama, persoalannya tidak lagi semata menyangkut standar penampilan atau …

SIDANG LAPANGAN DANA HIBAH SMA MUJAHIDIN PONTIANAK: HAKIM TEGASKAN BUKAN PEMERIKSAAN TEKNIS, PUBLIK MINTA RANTAI HIBAH DIUJI UTUH

admin

05 Okt 2026

Detakkalbar.com | PONTIANAK, Senin 5 Oktober 2026 — Perkara dana hibah yang berkaitan dengan SMA Yayasan Mujahidin Pontianak memasuki agenda sidang lapangan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak turun langsung untuk melihat titik-titik yang dianggap penting dalam pembuktian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta titik yang ditunjukkan berdasarkan keterangan saksi dan ahli yang telah dihadirkan dalam …

Gudang Bawang Putih Diduga Ilegal di Tengah Permukiman Disorot, Publik Minta Asal-Usul dan Legalitas Barang Dibuka

admin

03 Okt 2026

Detakkalbar.com | PONTIANAK, 3 Oktober 2026 — Keberadaan bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan puluhan karung bawang putih di kawasan Jalan Karya Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, mulai menjadi perhatian publik. Dokumentasi lapangan pada Sabtu (3/10/2026) memperlihatkan aktivitas kendaraan dan sejumlah karung komoditas yang diduga bawang putih berada di sekitar bangunan tersebut. Sorotan …

Dari DPRD hingga Lapangan: Mengawal Jejak Legalitas TKA dan Operasional PT WAI di Sanggau

admin

25 Sep 2026

Detakkalbar.com | SANGGAU, 24 September 2026 – Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di kawasan operasional PT Westerfield Alumina Indonesia (WAI) di Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kembali memicu sorotan publik. Perhatian ini tidak semata-mata ditujukan pada kehadiran warga negara asing, melainkan berfokus pada aspek krusial: transparansi penggunaan TKA, kepastian dokumen ketenagakerjaan …

Realisasi Plasma Tak Sesuai Target, Warga Sepok Laut Tuntut PT PAL Transparan

admin

14 Sep 2026

Detakkalbar.com | Pontianak — Puluhan warga Desa Sepok Laut yang tergabung dalam Koperasi Konsumen Artha Harapan Lestari (AHL) mendatangi kantor PT Punggur Alam Lestari (PT PAL) di Perkantoran Perdana Square, Kota Pontianak, Senin (14/9/2026). Massa menuntut kepastian realisasi pembangunan kebun plasma serta mengevaluasi manajemen perusahaan yang dinilai memutus kemitraan secara sepihak. Aksi yang mengawal persoalan …

PAGE TOP